Muncul Dugaan Mafia Tanah dan Peradilan di Surabaya, Grib Jaya Siap Lawan

Permasalahan itu tetap bergulir. Sekitar dua minggu lalu, sejumlah pihak berupaya melakukan eksekusi paksa terhadap objek rumah dan tanah milik Tri.
Sesuai hukum, seharusnya eksekusi belum dapat dilakukan, apalagi masih ada perkara dua gugatan di PN Surabaya atas pembatalan akta jual beli objek rumah dan tanah tersebut yang saat ini masih dalam proses banding.
Handoko beserta notarisnya dalam perkara itu, yakni Ninik Sutjianti berada dalam penyelidikan Bareskrim Polri.
David berharap eksekusi pada Kamis (27/2) ditunda dengan alasan siapapun, baik itu kepolisian harus membaca berkas kasus tersebut.
“Saya orang swasta saja tahu kalau ini ada permainan dari mafia tanah, mafia peradilan. Sufah ada rekomendasi dari Komnas HAM mau minta keterangan kepada PN Surabaya dan harapannya eksekusi ini ditunda,” ucapnya.
GRIB Jaya Jatim menggandeng sejumlah elemen sepertin Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), PSHT, hingga Forum Komunikasi Putra-putri Angkatan Laut (FKPPAL) untuk membantu korban dan melawan peredaran mafia tanah maupun mafia peradilan.
“GRIB Jaya akan membantu perlawanan upaya eksekusi selanjutnya yang rencananya digelar Kamis (27/2). Kami akan ada di lapangan,” kata Ketua GRIB Jaya Jatim Ulum.
Senada, Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo juga menyatakan akan mengawal kasus ini di jalur hukum.
GRIB Jaya Jatim siap melawan kemunculan mafia tanah dan mafia peradilan di Surabaya yang mengancam tanah milik TNI AL
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News