Kerusuhan di Jember Buntut dari Rebutan Lahan Kopi, Gubernur Khofifah Beri Perintah Tegas

Selasa, 09 Agustus 2022 – 10:35 WIB
Kerusuhan di Jember Buntut dari Rebutan Lahan Kopi, Gubernur Khofifah Beri Perintah Tegas - JPNN.com Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Bupati Jember Hendy Siswanto (kiri) dan Sekda Banyuwangi Mujiono melakukan rapat koordinasi penyelesaian konflik antarwarga yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Senin (8/8/2022). ANTARA/Zumrotun Solichah

jatim.jpnn.com, JEMBER - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membantu menangani konflik warga yang berujung pada kerusuhan dengan pembakaran rumah dan kendaraan di Desa Mulyorejo, Jember.

Khofifah menggelar rapat koordinasi penyelesaian konflik kerusuhan antara warga Desa Mulyorejo, Jember dengan Desa Banyuanyar, Banyuwangi.

Rapat tersebut dihadiri Bupati Jember beserta forkopimda setempat dan Sekda Banyuwangi bersama forkopimda setempat di Pendopo Wahyawibawagraha Jember, Senin (8/8).

"Pokok persoalannya adalah lahan kepemilikan kebun kopi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo yang merupakan lahan Perhutani sehingga kami minta melihat data dan peta apakah bisa masuk dalam perhutanan sosial," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan Jatim mendapatkan alokasi perhutanan sosial seluas 500.000 hektare pada tahun 2022. Apabila kawasan yang menjadi konflik bisa masuk dalam kategori perhutanan sosial maka mudah untuk membuat legalitas atas lahan itu.

"Saya berharap Perhutani bisa mendapatkan kejelasan lahan itu sebelum dilakukan pertemuan antara warga Desa Mulyorejo dengan Banyuanyar," ujarnya.

Persoalan premanisme yang terjadi saat musim panen kopi di Desa Mulyorejo juga harus dihentikan lantaran akan muncul kembali pada musim panen selanjutnya.

"Indikasi premanisme harus dihentikan sehingga Forkopimda Jember dan Banyuwangi harus bersama-sama menghentikan premanisme yang berpotensi muncul setiap musim panen kopi," tuturnya.

Gubernur Khofifah membantu menangani kerusuhan yang terjadi di Desa Mulyorejo Jember dengan warga Desa Banyuanyar, Banyuwangi akibat rebutan lahan kopi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News