Omzet Penjualan Batik Tulis Pamekasan Selama Pandemi Covid-19 Fantastis, Wow!

Rabu, 22 Juni 2022 – 04:05 WIB
Omzet Penjualan Batik Tulis Pamekasan Selama Pandemi Covid-19 Fantastis, Wow! - JPNN.com Jatim
Arsip foto - Kegiatan pameran batik Pamekasan yang dihadiri Menparekraf Sandiaga Uno di Pamekasan, Jawa Timur. (ANTARA/Abd Aziz)

jatim.jpnn.com, PAMEKASAN - Omzet penjualan batik tulis di Kabupaten Pamekasan nilainya fantastis, yaitu mencapai Rp 1,7 miliar pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020.

Jumlah tersebut berdasarkan catatan dari Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) wilayah setempat.

"Catatan itu berdasarkan data online single submission (OSS) penjualan dari IKM batik yang ada di Pamekasan," kata Kepala DPMPTSP-Naker Supriyanto, Selasa (21/6).

Menurutnya, data penjualan yang terekam di OSS pada tahun 2020, yakni saat pandemi Covid-19 berlangsung, sedangkan data penjualan pada 2021 dan 2022 belum tersedia.

Dia menjelaskan data penjualan kerajinan warga Pamekasan itu berasal dari sejumlah sentra batik tulis, pasar batik, dan kampung batik yang tersebar di wilayah tersebut.

Di antaranya di Pasar Batik 17 Agustus, Kelurahan Bugih dan Kampung Batik di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Di Pasar Batik 17 Agustus mampu menampung sebanyak 110 pengrajin batik dan terdiri dari 40 toko, 20 kios, dan 50 los batik.

Untuk Kampung Batik di Desa Klampar menyediakan enam gedung berupa tempat produksi, kantor, aula mini perpustakaan, produksi turunan batik tulis, ruang pertunjukan, dan musala dengan kapasitas tampung mencapai 200 perajin.

Omzet penjualan batik tulis di Kabupaten Pamekasan mencapai Rp 1,7 miliar pada masa pandemi Covid-19.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News