Nelayan Banyuwangi Budi Daya Lobster di Selat Bali, Hasilnya Sudah Ekspor ke Hong Kong

Senin, 04 Oktober 2021 – 15:55 WIB
Nelayan Banyuwangi Budi Daya Lobster di Selat Bali, Hasilnya Sudah Ekspor ke Hong Kong - JPNN.com Jatim
Budi daya lobster metode keramba dasar laut di Banyuwangi. (ANTARA/HO-Kelompok Pembudi Daya Ikan Pesona Bahari Banyuwangi)

jatim.jpnn.com, BANYUWANGI - Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kelompok Pembudi Daya Ikan Pesona Bahari Banyuwangi, melakukan budi daya kepada lima jenis lobster di perairan Selat Bali, tepatnya di kawasan Pantai Grand Watu Dodol (GWD).

Sekelompok nelayan dari desa Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo tersebut menggunakan teknik keramba dasar laut untuk mengembangkan pertumbuhan lobster.

"Budi daya lobster di pantai GWD ini sudah berlangsung sejak 9 Juli 2020. Kami menggunakan metode keramba dasar laut," kata Ketua Kelompok Abdul Azis di Bnyuwangi, Senin.

Adapun lima jenis lobster yang dikembangkan adalah lobster jenis batik, lobster pasir, lobster bambu, lobster batu dan lobster mutiara.

Menurut Azis, mulanya mereka melakukan budi daya pada lobster jenis pasir dan bambu saja. Tetapi karena sudah menggunakan metode keramba dasar laut maka budi daya dikembangkan ke lobster mutiara.

"Awalnya nelayan menemukan lonster di perairan Selat Bali ini di kedalaman 10 meter, maka dari itu kami gunakan keramba dasar," jelasya.

Oleh karena itu, kata Azis, nelayan kemudian pilih keramba dasar laut yang bisa mencapai kedalama 6 meter dan sampai 10 meter.

Selain itu, metode keramba dasar laut digunakan karena arus di Selat Bali cukup kencang, Jadi sulit jika menggunakan model keramba apung.

"Di awal pembudidayaan di tahun lalu itu, hanya terdapat enam keramba saja, tetapi sekarang sudah 20 keramba," ujar Azis

Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kelompok Pembudi Daya Ikan Pesona Bahari Banyuwangi, melakukan budi daya kepada lima jenis lobster di perairan Selat Bali.
Sumber Antara