Petani Kota Kediri Didorong Beralih ke Penggunaan Agensi Hayati

Kamis, 16 September 2021 – 22:17 WIB
Petani Kota Kediri Didorong Beralih ke Penggunaan Agensi Hayati - JPNN.com Jatim
Petani di Kediri, Jawa Timur, mengggunakan agensi hayati untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT), sehingga produksi tanaman pun diharapkan bisa lebih optimal. (FOTO ANTARA/dok.)

jatim.jpnn.com, KEDIRI - Para petani di Kota Kediri diajak menggunakan agensi hayati untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sehingga produksi tanaman bisa lebih optimal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Mohammad Ridwan memaparkan penggunaan pestisida organik tentunya akan lebih banyak keuntungan yang didapatkan.

Menurut dia, penggunaan agensi hayati dalam jangka panjang juga dinilai lebih aman dan tidak berisiko.

"Agensi hayati itu, yakni organisme berupa jamur, bakteri, virus, nematoda, serangga, dan hewan lainnya yang berasal dari alam," kata dia, Kamis (16/9).

Dia menjelaskan agensia hayati adalah suatu program dari Kementerian Pertanian (Kementan) berkenaan dengan kelestarian lingkungan hidup, termasuk menekan penggunaan pestisida.

Sekitar periode 1970-an dan 1980-an, pestisida kimia digunakan secara besar-besaran lantaran dinilai efektif mengatasi hama, namun efek samping yang ditimbulkan kepada lingkungan tidak baik.

Dia mengakui dengan memanfaatkan agensi hayati, hasilnya tidak langsung terlihat dan membutuhkan waktu.

"Namun banyak studi yang telah membuktikan bahwa agensi hayati efektif dan efisien dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman," ujar Ridwan.

Para petani di Kota Kediri diajak menggunakan agensi hayati untuk mengendalikan hama sehingga produksi tanaman bisa lebih optimal
Sumber Antara