Jelang Musim Hujan, Harga Sayur dan Bumbu Dapur di Jember Tidak Stabil

Kamis, 12 Agustus 2021 – 15:35 WIB
Jelang Musim Hujan, Harga Sayur dan Bumbu Dapur di Jember Tidak Stabil - JPNN.com Jatim
Petugas memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Tanjung Jember, Kamis (12/8/2021). Foto: Antara/HO-Disperindag Jember

jatim.jpnn.com, JEMBER - Pedagang sayur mayur dan bumbu dapur di pasar tradisional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih belum menemukan harga yang stabil untuk barang dagangan mereka.

Terpantau, harga sayur mayur dan bumbu dapur di pasar masih fluktuatif menjelang musim hujan kali ini.

Beberapa jenis sayur yang harganya sempat meroket ialah tomat yang mencapai Rp20.000 perkilogram, kentang yang naik dari Rp12.000 naik menjadi Rp14.000 per kilogram dan cabai rawit yang sepekan lalu sebesar Rp26.000 perkilogram, kini Rp20.000 per kilogram.

"Harga cabai merah besar kini juga berangsur-angsur turun menjadi Rp12.000 per kilogram karena pasokan dari petani banyak yang panen," tutur salah seorang pedagang di Pasar Tanjung Samik di Jember sebagaimana dilansir Antara pada Kamis.

Untuk bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih mengalami proses naik turun yang sama. "Harga bawang merah Rp30.000 perkilogram, sedangkan harga bawang putih sebesar Rp22.000 perkilogram," katanya.

Kasi Pengembangan Usaha dan Promosi Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember Eko Wahyu Septantono mengatakan naik turunnya harga sayur mayur dan bumbu dapur itu dipengaruhi oleh jumlah pasokan.

"Biasanya curah hujan juga mempengaruhi pasokan komoditas sayur mayur ke pasar tradisional, sehingga harga sayur mayur kadang naik dan kadang turun akibat pasokan dari petani," ujarnya. (Antara/mcr17/jpnn)

Pedagang sayur mayur dan bumbu dapur di pasar tradisional di Jember masih belum menemukan harga yang stabil untuk barang dagangan mereka.
Sumber Antara