Jika Harga Kedelai Terus Naik, Pemkot Surabaya Bakal Gelar Operasi Pasar

Sabtu, 19 Februari 2022 – 11:08 WIB
Jika Harga Kedelai Terus Naik, Pemkot Surabaya Bakal Gelar Operasi Pasar - JPNN.com Jatim
Ilustrasi salah satu pengrajin tempe di Surabaya. (Foto: Ardini Pramitha/JPNN.com)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya bakal melakukan operasi pasar guna menekan harga kedelai yang naik.

“Jika kondisinya memburuk, kami akan melakukan operasi pasar agar pengusaha tempe dan tahu dapat harga kedelai yang bagus," ujar Kabid Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya Devie Afrianto, Jumat (18/2).

Devie mengaku hal itu dilakukan karena pihaknya sudah menerima keluhan dari pelaku usaha tempe dan tahu karena harga kedelai naik.

“Kenaikan itu sudah dikeluhkan oleh pengusaha tempe dan tahu,” ujarnya.

Devie mengatakan harga kedelai saat ini mengalami kenaikan dari harga Rp 9.300 per kilo menjadi Rp 12.500 per kg.

“Bahkan, sudah ada yang menjual dengan harga Rp 13.000 per kilo,” katanya.

Devie mengungkapkan kenaikan harga kedelai tersebut disebabkan harga impor yang sudah tinggi.

“Ketersediaan kedelai di pasaran masih ada, tetapi hanya harganya saja yang mengalami kenaikan,” ujarnya.

Maka dari itu, Devie berharap jika angka kedelai kembali stabil supaya tidak memberatkan pelaku usaha dan tempe.

“Ya mudah-mudahan harga kembali seperti semula sehingga pengrajin tempe dan tahu kembali menambah produksi mereka,” ucap Devie Afrianto. (mcr23/jpnn)

Jika kondisi memburuk, Pemkot Surabaya bakal gelar operasi pasar untuk komoditas kedelai.

Redaktur : Fahmi Azis
Reporter : Ardini Pramitha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News