Wahana Baru di Surabaya, Khusus Pelanggar Prokes Saja, Lihat

Minggu, 04 Juli 2021 – 15:03 WIB
Wahana Baru di Surabaya, Khusus Pelanggar Prokes Saja, Lihat - JPNN.com Jatim
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akan memberikan sanski tegas pelanggar prokes dengan mengangkut mereka ke TPU Keputih. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Para pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Surabaya, Jawa Timur bakal diberi sanksi dengan digelandang ke permakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih hingga berkesempatan bermalam di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos).

"Kalau nanti ada yang melanggar, dibawa ke makam Keputih untuk melihat berapa banyak orang Surabaya meninggal karena lalai tak menjalankan prokes," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Sabtu (3/7).

Pemkot Surabaya bersama tim gabungan dari TNI-Polri menggelar operasi tersebut mulai Sabtu (3/7) malam sekaligus menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Jadi, sifatnya kami menindaklanjuti Inmendagri yang di sana diperintahkan TNI-Polri dan pemda untuk bergerak," kata Wali Kota Eri.

Dia mengatakan bila sampai pukul 20.00 WIB masih didapati orang yang nongkrong atau duduk-duduk, dengan terpaksa Satgas COVID-19 akan mengambil tindakan tegas.

Tempat duduk di lokasi akan disita, sedang orang yang nongkrong diangkut ke TPU Keputih.

Setelah didatangkan ke TPU Keputih, para pelanggar prokes dibawa ke Liponsos dan baru pada keesokan harinya akan dilakukan tes usap untuk memastikan apakah dia terpapar virus corona atau tidak.

Eri pun berharap kepada anak-anak muda Surabaya yang mungkin imunnya kuat, untuk tetap menjaga prokes. Sebab, mungkin dia OTG dan membawa virus kemudian menularkan ke orang-orang tercintanya.

"Alangkah sedihnya kalau sudah seperti itu," tutur dia.

Wali Kota Eri memohon maaf kepada seluruh warga Kota Surabaya karena pada saat ini sebagian besar aktivitas mereka sementara harus terhenti.

Dia tidak berniat agar perekonomian Surabaya terhenti atau menghalangi orang mencari nafkah. Wali kota 44 tahun itu hanya ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

"Makanya saya minta kepada warga Surabaya, ayo jalankan prokes, sehingga bisa cepat berhenti, Insyaallah, bisa selesai dalam dua minggu. Tetapi kalau tidak disiplin, pasti akan terus berlanjut," imbuh Eri. (antara/mcr13/jpnn)

 
Para pelanggar prokes di Surabaya bakal digelandang ke permakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih hingga berkesempatan bermalam di Liponsos.
Sumber Antara