Polisi Buru Penjual Obat Aborsi Mahasiswi asal Mojokerto

Minggu, 05 Desember 2021 – 13:34 WIB
Polisi Buru Penjual Obat Aborsi Mahasiswi asal Mojokerto - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - Seorang mahasiswi asal Mojokerto bunuh diri. Foto: dok JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswi asal Mojokerto, Novia Widyasari Rahayu mengalami depresi berat akibat dihamili dan sang pacar. Itulah yang membuat dirinya memutuskan untuk bunuh diri.

Pacarnya yang merupakan oknum polisi bernama Bripda Randy enggan bertanggung jawab dan meminta Novia menggugurkan kandungannya hingga dua kali.

Dua obat yang digunakan jenis postinor dan cytotec itu dibeli korban di kawasan Malang dengan harga Rp 1,5 juta. Aborsi dilakukan pada Maret 2020 dan Agustus 2021.

"Usia kandungan yang pertama masih usia mingguan. Sementara, usia kandungan yang kedua, empat bulan," kata Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, Sabtu (4/12).

Slamet mengatakan pihaknya akan memburu penjual obat aborsi kepada mahasiswi Mojokerto itu.

"Untuk penjual obat aborsi, tidak menutup kemungkinan juga akan dilakukan pengejaran," tegas dia.

Penjual obat juga kemungkinan besar dikenakan pidana oleh pihak kepolisian.

Sekadar diketahui, Novia tewas ditemukan di samping makam ayahnya setelah meminum cairan potasium pada Kamis (2/12). (mcr12/jpnn)

Polisi melakukan pengejaran terhadap penjual obat aborsi kepada mahasiswi Mojokerto, Novia