Soroti Gimik Politik, Sukowi Minta Pemilih Muda dan Pemula Tidak Terpengaruh

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pakar Komunikasi Politik Unair Suko Widodo menyoroti kemunculan gimik politik untuk merebut simpati dan hati para calon pemilih muda dan pemilih pemula seperti sebutan selepet, gemoy, hingga salam Hunger Games.
Pihaknya melihat para pemilih muda dan pemilih pemula saat ini sudah cukup mengenal simbol-simbol gimik untuk mendapatkan dukungan. Namun, tak sedikit juga yang belum paham, terutama bagi para pemula.
"Kami mendapatkan data pemilih muda cukup mengenal simbol-simbol gimik yang bukan substansi untuk visi misi para calon," ujar Suko dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu 2024 di FISIP Unair, Selasa (5/12).
Suko juga mendapati pemilih muda yang gelisah dengan adanya politik uang. Anak muda saat ini dianggap dengan mudah menerima hal tersebut untuk memberikan dukungannya.
"Anak muda saat ini dianggap permisif, mau menerima dengan mudah politik uang. Dalam sosialisasi ini kami menguatkannya dengan literasi pemilih cerdas agar mereka tidak terpengaruh," kata Sukowi sapaan akrab Suko Widodo tersebut.
Sementara itu, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Divisi SDM dan Litbang Rochani menyebut daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 didominasi pemilih muda dan pemilih pemula.
Berdasarkan data dari KPU Jatim, jumlah pemilih muda dan pemilih pemula didominasi kelompok usia 17-40 tahun dengan total sebesar 60 persen.
"Trennya di semua daerah seperti itu, di kabupaten/kota, sedangkan nasional 52 persen," kata Rochani dalam
Pemilih pemula dan pemilih muda harus paham mengenai gimik politik agar tidak salah memilih calon pemimpin masa depan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News