Nakes RS Paru Jember Bertumbangan, Alokasi Penanganan Pasien Khusus Covid-19 Dibatasi

Kamis, 29 Juli 2021 – 22:48 WIB
Nakes RS Paru Jember Bertumbangan, Alokasi Penanganan Pasien Khusus Covid-19 Dibatasi - JPNN.com Jatim
Foto dok. Sejumlah tenaga kesehatan RS Paru Jember melayani pasien di tenda darurat yang disiagakan di sekitar rumah sakit setempat. (ANTARA/ HO - RS Paru di Jember)

jatim.jpnn.com, JEMBER - Rumah Sakit Paru di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tidak akan menambah tempat tidur untuk perawatan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 karena keterbatasan jumlah perawat.

"Kami hanya menggunakan 53 dari 96 tempat tidur khusus pasien Covid-19,” kata Pelaksana Tugas Direktur RS Paru Jember Sigit Kusumajati, Kamis (29/7).

Sigit mengatakan tingkat keterisian tempat tidur RS Paru tergolong fluktuatif, tetapi sering mencapai 100 persen.

"Tenda darurat yang disiagakan di RS Paru mampu menampung 21 pasien dan di sana pasien hanya transit sambil menunggu adanya kamar kosong di ruang isolasi khusus (RIK) yang selalu penuh," tuturnya.

Pihak rumah sakit tidak akan menambah jumlah tempat tidur karena hal tersebut sangat berisiko terhadap tenaga kesehatan yang kelelahan.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tenaga kesehatan Puluhan tenaga kesehatan di RS Paru Jember terkonfirmasi positif sejak Januari hingga Juli 2021.

Ada pula Satu analis laboratorium rumah sakit setempat yang dinyatakan meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

"Kami tegaskan tidak akan menambah tempat tidur untuk pasien Covid-19," katanya.