WNI di Myanmar Diminta Tidak Panik saat Kudeta

Senin, 01 Februari 2021 – 19:45 WIB
WNI di Myanmar Diminta Tidak Panik saat Kudeta - JPNN.com Jatim
Sejumlah warga antre membeli barang kebutuhan di salah satu toko di Yangon, Myanmar, pascapenangkapan Aung San Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Mynt, dan sejumlah tokoh senior dari Partai Liga Nasional Untuk Demokrasi (NLD), Senin (1/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/pras.

jatim.jpnn.com, MYANMAR - Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar diminta untuk tenang, menyusul kudeta militer dan penahanan para pemimpin pemerintah sipil.

Diketahui, Myanmar mengalami krisis politik lantaran terjadi upaya militer melakukan kudeta dan menangkap para pemimpin sipil pada Senin dini hari (1/2).

Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint jadi beberapa nama pemimpin sipil yang ditangkap dalam kudeta Myanmar.

Penangkapan mereka terjadi sebelum parlemen menggelar pertemuan perdana, pasca-pemilihan umum pada November 2020.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, lantas menghimbau WNI yang tinggal di Myanmar untuk menghubungi komunitas masyarakat Indonesia terdekat.

“KBRI telah memberikan imbauan kepada masyarakat dan menghubungi simpul-simpul komunitas masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan menghubungi hotline (nomor telepon—red) KBRI jika menghadapi masalah,” ujar Judha Nugraha, Senin (1/2).

Berdasarkan data Kemlu, jumlah WNI di Myanmar sekitar 500 orang. Mayoritas WNI bekerja di sektor migas, pabrik, industri garmen, dan sebagai anak buah kapal (ABK).

“Kondisi mereka saat ini dalam keadaan baik dan aman,” kata Judha.

Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar diminta untuk tenang, menyusul kudeta militer dan penahanan para pemimpin pemerintah sipil.