alexa

Lahir Batin

Oleh Dhimam Abror Djuraid

Kamis, 13 Mei 2021 – 06:36 WIB
 Lahir Batin - JPNN.com Jatim
Ratusan pengendara sepeda motor yang hendak mudik tertahan di titik penyekatan antara Kabupaten Bekasi dengan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin malam (10/5). Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jatim.jpnn.com - Orang Jawa Timur memang terkenal praktis, lebih suka tunjek poin alias to the point, tidak mau repot berbelit-belit.

Untuk meminta maaf pada hari Lebaran, misalnya, orang-orang biasanya cukup mengucapkan 'lahir batin',  maksudnya meminta maaf lahir dan batin.

Itu adalah budaya khas Jatim dalam berkomunikasi yang disebut sebagai komunikasi konteks rendah atau low context communication. Cirinya selalu berterus terang apa adanya, tanpa berbelit-belit, dan menggunakan kode pesan yang bersifat eksplisit.

Ada juga komunikasi konteks tinggi atau high context communication, yaitu komunikasi yang berasal dari orang-orang yang mempunyai kode pesan yang bersifat implisit atau bersifat simbolis dan sering memakai tembung sanepa yang bermakna ganda.

Orang Jawa Tengah dan Jogjakarta biasanya masuk dalam kategori itu. Ketika meminta maaf dalam momen Lebaran, orang Jawa Tengah memakai ungkapan ‘ngaturaken sedaya kelepatan dingapunten’ atau menghaturkan semua kesalahan untuk dimaafkan.

Perbedaan geografis dan budaya di Indonesia yang sangat beragam menciptakan pola komunikasi yang sangat beragam. Ahli semantik Edward T. Hall (1973) menyebut hubungan resiprokal yang tak terpisahkan antara budaya dan komunikasi.

Communication is culture and culture is communication, komunikasi adalah budaya, dan budaya adalah komunikasi. Begitu kata Hall.

Dalam konteks Indonesia, cara berkomunikasi orang Jawa Timur bisa masuk kategori konteks rendah yang polos dan terbuka. Namun, dalam konteks nasional, biasanya orang Jawa secara keseluruhan dianggap punya konteks tinggi yang berbelit-belit dan implisit.