2 Bulan ini, Polisi Tangkap Pesilat Rusuh Terbanyak di Nganjuk

Kamis, 28 Oktober 2021 – 18:57 WIB
2 Bulan ini, Polisi Tangkap Pesilat Rusuh Terbanyak di Nganjuk - JPNN.com Jatim
Sebanyak 72 pesilat pelaku kekerasan dan pengerusakan yang tertangkap. (ANTARA/Didik Suhartono)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sebanyak 72 pesilat diciduk lantaran diduga melakukan tindak kekerasan disertai perusakan selama September sampai Oktober 2021.

Kabid Humas Polda Kombes Gatot Repli Handoko memerinci aksi kekerasan dan perusakan yang melibatkan perguruan silat itu terjadi di delapan kawasan hukum polres atau polresta jajaran Polda Jawa Timur.

"Kejadiannya di wilayah hukum Polres Lamongan, Polres Kediri Kota, Polres Gresik, Polresta Malang Kota, Polres Blitar, Polres Jombang, Polres Nganjuk, dan Polres Bojonegoro," kata dia, Kamis (28/10).

Gatot menerangkan selama dua bulan terakhir, pihaknya menerima 22 laporan soal kasus tindak kekerasan dan perusakan yang dilakukan anggota perguruan silat di beberapa daerah.

"Dari laporan itu, Polda Jatim menangkap sebanyak 72 orang pelaku kekerasan dari masing-masing polres," ujar dia.

Dari 72 pesilat yang tertangkap, terdiri atas 53 orang berusia dewasa, sedangkan 1d9 sisanya masih anak-anak atau disebut anak berhadapan dengan hukum (ABH)

Bila dilihat dari daerah asalnya, Polres Lamongan menangkap 16 orang pesilat (13 dewasa dan tiga anak), Polres Jombang (6), Polres Kediri Kota (2), Polres Gresik (1), Polres Nganjuk 34 orang pesilat (24 dewasa dan 10 anak-anak), Polresta Malang Kota (4 dewasa dan 1 anak), Polres Blitar (2), dan Polres Bojonegoro (6).

Gatot menerangkan anggota-anggota perguruan pencak silat itu melakukan kekerasan secara bersama-sama kepada orang ataupun barang di muka umum ketika melakukan konvoi di jalan setelah melaksanakan kegiatan latihan rutin maupun pengesahan.

Sebanyak 72 pesilat diciduk lantaran diduga melakukan tindak kekerasan disertai perusakan selama September sampai Oktober 2021.
Sumber Antara