Prof Santi Sebut Dampak Iklan Rokok Berpengaruh Besar Tuk Anak-Anak

Kamis, 21 Desember 2023 – 17:41 WIB
Prof Santi Sebut Dampak Iklan Rokok Berpengaruh Besar Tuk Anak-Anak - JPNN.com Jatim
Ketua Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Prof Dr Santi Martini., dr. M.Kes (Kiri) memaparkan penyampaian pesan larangan merokok di kawasan tanpa rokok di Surabaya. Foto: Arry Saputra/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ketua Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Prof Dr Santi Martini., dr. M.Kes menyebut penyampaian pesan di kawasan tanpa rokok (KTR) di Kota Surabaya masih belum maksimal, terutama di sarana kesehatan.

Berdasarkan data dari riset yang dilakukan tanda KTR masih 46 persen atau sebanyak 222 penanda, sedangkan 54 persennya tidak terpasang atau sebanyak 261 penanda.

“Masih ada 54 persen yang belum menerapkan. Artinya, perlu upaya-upaya agar sarana kesehatan bisa menerapkan Perda KTR dengan benar,” ujar Prof Santi, Kamis (21/12).

Iklan rokok yang masih terpasang di baliho atau di berbagai medium juga masih menjadi pengaruh besar seseorang untuk merokok, terutama bagi anak-anak.

“Berdasarkan riset yang kami lakukan, iklan rokok sangat mempengaruhi anak-anak atau remaja untuk mulai merokok. Ini menjadi PR Kota Surabaya,” katanya.

Menurutnya, penurunan prevalensi merokok di kalangan anak-anak atau remaja masih sedikit. Apabila dikalikan dengan jumlah anak kemungkinan tidak begitu berpengaruh.

“Penduduk kan tambah banyak setiap tahun, angka absolut pun juga tambah banyak,” tutur Guru Besar FKM Unair itu.

Meski secara proporsi angka perokok untuk anak menurun, tetapi masih menjadi PR untuk menurunkan lebih signifikan. 

Iklan rokok yang masih terdapat di baliho dan berbagai medium masih memiliki pengaruh tinggi terhadap remaja dan anak-anak untuk merokok.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News