Kebiasaan Mudik Warga Desa di Bali Ini Ekstrem, Seberangi Selat dengan Sampan, Eh Kejadian

Kamis, 28 April 2022 – 17:31 WIB
Kebiasaan Mudik Warga Desa di Bali Ini Ekstrem, Seberangi Selat dengan Sampan, Eh Kejadian - JPNN.com Jatim
Seorang pemudik dari Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana, Bali, dinyatakan hilang di laut saat hendak mudik ke Jawa dengan naik sampan. ((Antara News Bali/HO-Humas Pemda)

Tentu, kebiasaan itu bukan tanpa ada risiko. Belum juga Lebaran, moda air tersebut sudah makan korban.

Satu rombongan pemudik asal Desa Pengambengan dengan sampan hilang di laut, Kamis (28/4) pagi tadi.

"Kejadiannya pagi. Warga kami masih melakukan pencarian," kata Perbekel/Kepala Desa Pengambengan Kamaruzaman, Kamis (28/4).

Dia mengatakan penumpang sampan berbahan fiber itu ialah Hermanto (41) dan Erna Aprilia (34) bersama dua orang anaknya dan satu keponakan mereka.

Kelima orang itu berniat menuju ke Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

"Menurut keterangan saksi, Hermanto terpental ke laut dan hilang. Saat kejadian, jaraknya belum jauh dari pantai sini," kata Kamaruzaman.

Dia mengaku tidak tahu persis penyebab Hermanto terpental. Konon yang bersangkutan terkena besi yang berfungsi untuk menghidupkan mesin.

"Kemungkinan sesaat setelah sampan jalan, mesin mati. Saat menghidupkan lagi, dia kena besi yang biasa dipakai untuk menghidupkan mesin," katanya.

Warga desa di Bali ini punya kebiasaan mudik yang cukup ekstrem, yakni menyebrangi selat dengan menaiki sampan.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News