Dokter Unair: Atasi Stres dengan Atur Napas dan Rileks
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada fisik semata, melainkan juga pada jiwa. Stres dan depresi adalah gejala kesehatan yang kerap dialami banyak orang beberapa tahun terakhir, tak jarang gejala itu memunculkan gangguan lain seperti insomnia.
Dokter spesialis kedokteran jiwa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dr. Nur Azizah AS., Sp.KJ menjelaskan bagaimana menangani stres dengan sederhana.
Menurut dr. Azizah, cara praktis untuk mengatasi distress atau jenis stres negatif yang kadang berujung insomnia tersebut adalah dengan mengatur napas dan berusaha rileks.
"Jadi kalau stres datang,ambil posisi paling nyaman, lalu atur napas dengan cara ambil napas panjang dari hidung, keluarkan pelan-pelan lewat mulut, diulang-ulangi, sembari yakinkan diri bahwa semua baik-baik saja," jelasnya dalam seminar awam mengenai kesehatan otak, Rabu (22/9).
Selain menangani stres, lanjut dia, teknik praktis itu akan membantu meredakan ketegangan otot dan membuat napas serta detak jantung jadi teratur.
"Kiat lainnya, sebaiknya hindari tidur siang dan menjelang tidur lakukan hal-hal yang akan membuat nyaman seperti siapkan kamar tidur, membersihkan diri, menjauhkan benda yang mengganggu seperti ponsel, dan berdoalah," sarannya.
Baca Juga:
Kalau tindakan tersebut belum berhasil, sebaiknya lakukan konsultasi ke tenaga kesehatan. Ahli nanti akan melihat terlebih dahulu bagian gejala insomnia tersebut.
"Kalau misalnya dia insomnia karena depresi maka pengobatannya harus melibatkan perlakukan perawatan depresi, kecemasannya, dan lain sebagainya," tandasnya. (antara/mcr17/jpnn)
Dokter spesialis kedokteran jiwa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dr. Nur Azizah AS., Sp.KJ menjelaskan bagaimana menangani stres dengan sederhana.
Redaktur & Reporter : Febriansyah
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News