Mengintip Panen Lele di Lahan Bekas Tanah Kas Desa di Jambangan Surabaya

Minggu, 23 Januari 2022 – 08:47 WIB
Mengintip Panen Lele di Lahan Bekas Tanah Kas Desa di Jambangan Surabaya - JPNN.com Jatim
Warga Kelurahan Jambangan saat memanen hasil ternak lele sebanyak satu kuintal di lahan bekas tanah kas desa, Sabtu (22/1).(Foto: Diskominfo Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengelola lahan bekas tanah kas desa (BTKD).

Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti memaparkan ada sebanyak 18 lahan BTKD yang tersebar di berbagai titik di Kota Pahlawan. 

"Ada BTKD yang dikelola warga meliputi Kutisari, Wonocolo, dan Medokan Asri Kosagraha dan tiga BTKD lainnya,” kata Antiek seusai melakukan panen lele di lahan kosong kantor Kelurahan Jambangan, Sabtu (22/1).

Antiek juga memaparkan lahan-lahan BTKD ditanami tanaman pangan, seperti ketela pohon dan tanaman hortikultura, di antaranya, sayur, tomat, terong, dan cabai.

“Kali ini, kami panen lele di lahan pemkot yang ada di Kelurahan Jambangan. Kebetulan di tempat ini, pihak kelurahan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan budidaya ikan lele, dan hari ini panen sekitar satu kuintal,” ujarnya.

Hasil panen ikan lele itu dibagikan kepada warga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), lansia, dan keluarga yang memiliki anak stunting. 

Selain itu, sebagian hasil panen dijual untuk tambahan para petani. 

Antiek mengungkapkan saat akan membuka lahan BTKD, pihaknya selalu melibatkan lurah, camat, LPMK, dan juga masyarakat. 

Menengok produktivitas lahan bekas tanah kas desa di Surabaya. Bisa dimanfaatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News