Di Jembatan Merah, Armuji Ungkap Apa yang Lagi Dibahas Pemkot dan DPRD

Senin, 17 Januari 2022 – 11:51 WIB
Di Jembatan Merah, Armuji Ungkap Apa yang Lagi Dibahas Pemkot dan DPRD - JPNN.com Jatim
Wakil Wali (Wawali) Surabaya Armuji saat mengikuti kegiatan "Surabaya Old City Heritage Walk" yang digelar Komunitas Begandring Suroboyo di Jembatan Merah, Surabaya, Minggu (16/1/2022). (FOTO ANTARA/HO-Pemkot Surabaya)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kawasan kota tua di Surabaya bakal direvitalisasi. Selaku penggagas upaya tersebut, Wakil Wali Kota (Wawali) Armuji menilai kawasan itu memiliki nilai sejarah yang penting.

"Salah satu kawasan paling bersejarah di kota tua ialah Jembatan Merah karena merupakan lokasi perjuangan arek-arek Suroboyo," katanya saat mengunjungi Jembatan Merah, Minggu (17/1)

Armuji menerangkan layaknya kawasan kota tua lainnya, di sana terdapat banyak gedung-gedung bergaya lama yang sebagian besar merupakan bangunan cagar budaya.  

"Setiap kota memiliki kota tua, seperti Jakarta dan Semarang. Jantung kota tua di Surabaya, di antaranya, kawasan Jembatan merah. Ada banyak bangunan cagar budaya di seberang juga ada Kya-Kya Pecinan Surabaya," ujarnya.

Wawali mengungkapkan saat ini, pemkot bersama DPRD Surabaya sedang membahas payung hukum tentang pengelolaan cagar budaya dengan tujuan memberikan perlindungan, pengelolaan, pemanfaatan, dan pengembangan yang digunakan sebesar- besarnya untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk itu, lanjutnya, pengembangan dan revitalisasi kota tua tidak hanya ditekankan pada bangunannya saja, tetapi juga masyarakat sekitarnya yang peduli dengan keberadaan bangunan sejarah di sana.

"Harapannya, kota tua menjadi jujugan wisatawan di Surabaya," ucapnya.

Sebagai informasi, ada beberapa gedung bersejarah di kota tua, meliputi eks De Javasche Bank, Gedung Singa, Gedung PTPN dengan arsitektur Belanda, Pasar Pabean, Pusat Perdagangan Pecinan Kya-Kya.

Wawali Surabaya Armuji mengungkapkan salah satu pembahasan yang tengah dirundingkan pemkot dan DPRD setempat.
Sumber Antara