Kasus Stunting Anak di Surabaya Kompleks, Cahyo Punya Saran Begini

Jumat, 24 Desember 2021 – 08:21 WIB
Kasus Stunting Anak di Surabaya Kompleks, Cahyo Punya Saran Begini - JPNN.com Jatim
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo saat mengunjungi Puskesmas Dukuh Pakis Surabaya. (Foto: Dok Pribadi Cahyo Siswo Utomo)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo mendorong pemkot setempat untuk melakukan pemetaan penanganan kasus stunting pada anak di Kota Pahlawan. 

Hal itu untuk mendukung program “Surabaya Zero Stunting” yang digagas oleh Wali Kota Eri Cahyadi.  

Menurut Siswo, pemetaan tersebut dilakukan karena penyebab terjadinya stunting pada anak bisa berbeda-beda. 

“Ada yang disebabkan oleh kurangnya gizi pada anak, penyakit bawaan, atau adanya kelainan saat dalam kandungan,” ujarnya saat mengunjungi puskesmas di Dukuh Pakis, Kamis (23/12). 

Maka dari itu, Cahyo menilai perlu adanya perbedaan dalam menangani kasus stunting pula. 

Dia mencontohkan kasus anak stunting yang terjadi di Kecamatan Dukuh Pakis yang penyebab utamanya karena sang ibu mengalami pecah ketuban sebelum melahirkan.

“Sehingga pada saat si anak lahir, perlu dilakukan penanganan secara intensif melalui NICU (Neonatal Intensive Care Unit), tetapi terlambat sehingga si anak mengalami stunting,” jelasnya. 

Makanya itu, sekali lagi Cahyo menandaskan pemkot perlu melakukan pemetaan terhadap penanganan anak stunting di Surabaya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo menyampaikan saran seputar penangan anak stunting di Kota Pahlawan sebagai berikut.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News