KPU RI Sebut Pemilu 2024 Kembali ke Sistem Proporsional, NasDem Jatim: Bikin Gaduh

Anggota DPR RI itu mengatakan apabila sistem pemilu memang benar kembali ke sistem tersebut maka terjadi kemunduran luar biasa.
"Selain menutup peluang rakyat untuk mengenal caleg (calon legislatif), rakyat juga dipaksa memilih 'kucing dalam karung'," ujarnya.
Menurut dia, sistem proporsional terbuka merupakan antitesis dari sistem sebelumnya. Hal itu dipilih untuk menjawab persoalan kesenjangan representasi.
"Ada kelemahan pengenalan dan saluran aspiratif rakyat dengan wakil rakyatnya. Dengan kembali ke proporsional tertutup artinya demokrasi kita mengalami kemunduran," jelasnya.
Dia tidak menyangkal masih ada pekerjaan rumah (PR) dan kekurangan dalam sistem pemilu yang dijalankan saat ini. Jangan karena kekurangan yang ada pilihannya kemunduran.
"Itu sesat pikir namanya. Kalau kita ingin memperbaiki maka harus maju cara berpikirnya, bukan beromantisme dengan sistem lama yang dulu kita koreksi sendiri," pungkas Willy. (mcr12/jpnn)
NasDem Jatim menyoroti pernyataan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari soal kemungkinan Pemilu 2024 kembali ke sistem proporsional.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News