Modus Penipuan Baru: Berkedok Donor Plasma Konvalesen, Warga Jatim, Perhatikan!

jatim.jpnn.com, JAWA TIMUR - Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Edi Purwinarto mendapati kabar adanya dugaan penyalahgunaan plasma konvalesen yang dijadikan ajang bisnis dan penipuan.
"Itu menyimpang dari misi kemanusiaan," kata Edi, Kamis (29/7).
Dia menuturkan dari informasi yang dia terima, modusnya, pembeli perlu mentransfer sejumlah uang yang ditentukan terlebih dahulu. Namun setelah dibayarkan, rupanya sang donor tidak ada.
Edi sendiri baru-baru ini menerima pesan singkat melalui WhatsApp berisi brosur yang menawarkan plasma konvalesen dengan harga yang dipatok sangat fantastis.
"Ada tawaran Rp 20 juta per kantong PK (plasma konvalesen)," ujar dia.
Eri mengungkapkan modus penipuan penjualan plasma konvalesen tersebut banyak dipromosikan lewat media sosial.
Ditreskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Farman mengutarakan Subdit V Siber telah bergerak untuk melakukan patroli di media sosial.
Farman pun mengajak masyarakat yang menjadi korban segera melaporkan ke polisi agar kasus itu segera menemui titik terang dan terungkap jaringannya.
Muncul modus penipuan baru, berkedok menawarkan donor plasma konvalesen dengan bayaran setinggi langit.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News