Berkonflik Sejak 2019, Pengelola & Penghuni Apartemen Bale Hinggil Berdamai

"Di tahun 2024, kami diminta untuk transparansi keuangan, bahkan saat itu sempat difasilitasi Pak Wali Kota di Convention Hall, kami tunjukkan keuangan dan lain-lain sehingga saat ini kami tagih sesuai nominal yang disetujui bersama di 2021," ucap Aldo.
Dia menambahkan semua klausul pembayaran telah diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
Meskipun mediasi sempat dilakukan oleh Wali Kota Eri Cahyadi pada Desember 2024, masih ada penghuni yang meragukan transparansi pengelola.
Contohnya, jika penghuni tidak membayar listrik dan air maka layanan tersebut akan dihentikan, sama seperti di kampung-kampung.
Kemudian hasil mediasi menyepakati pembayaran listrik dan air akan dipisahkan dari service charge. Pembayaran akan dilakukan setelah pengelola memberikan laporan keuangan yang transparan kepada penghuni.
Mediasi itu diharapkan dapat mengakhiri konflik dan menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara pengelola dan penghuni Apartemen Bale Hinggil.
"Kami sudah mediasi dengan wakil wali kota, kami akan memisahkan listrik air dan service charge. Nanti akan dibayar seluruhnya setelah pihak pengelola memberikan transparansi keuangannya," jelas Aldo. (mcr12/jpnn)
Konflik antara pengelola dan penghuni Apartemen Bale Hinggil dipicu oleh pembayaran service charge yang digabung dengan tagihan listrik dan air.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News