Jalur Pansela Jawa Timur Ditargetkan Kelar 5 Tahun Lagi

Selasa, 16 April 2024 – 22:26 WIB
Jalur Pansela Jawa Timur Ditargetkan Kelar 5 Tahun Lagi - JPNN.com Jatim
Kendaraan melintas di Jalur Pansela wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/4/2024). ANTARA/Hanif Nashrullah

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Jalur Pantai Selatan (Pansela) sepanjang 628 kilometer yang menghubungkan delapan kabupaten dari Pacitan hingga Banyuwangi akan diupayakan agar dapat selesai pembangunannya dalam waktu lima tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim Mohammad Yasin menyatakan proyek Jalur Pansela merupakan salah satu yang menjadi prioritas dalam dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.

"Proyek yang dahulunya bernama Jalur Lintas Selatan atau JLS itu telah berlangsung selama 23 tahun lebih. Panjangnya mencapai 628 kilometer," katanya, Selasa (16/4).

Delapan kabupaten yang dilalui Jalur Pansela ialah Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

Adapun progres pembangunannya telah selesai sepanjang 350 kilometer atau sekitar 60 persen.

Kepala Bappeda Yasin mengungkapkan untuk menyelesaikan 40 persen sisanya masih terkendala pembebasan lahan, yaitu di Kabupaten Trenggalek, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.

"Di antaranya untuk pembebasan lahan di wilayah Trenggalek membutuhkan anggaran senilai Rp200 miliar, sementara di Banyuwangi sekitar Rp37 miliar," ujarnya.

Selain itu, Yasin mengungkapkan untuk wilayah Lumajang dan Jember, masing-masing membutuhkan anggaran pembebasan lahan di bawah Rp30 miliar.

"Pembebasan lahan sebenarnya urusannya pemkab, tetapi Pemprov Jatim siap membantu, khususnya di Trenggalek yang anggarannya mencapai Rp200 miliar. Kalau Pemkab Banyuwangi yang cuma Rp37 miliar, saya rasa mampu dengan fiskalnya sendiri," ucapnya.

Menurut Yasi, pemerintah pusat telah berkomitmen kalau lahannya sudah siap, biaya konstruksinya akan segera dianggarkan.

Menurut data Bappeda, produk domestik regional bruto (PDRB) kawasan utara sepanjang 2023 lalu berkontribusi sebesar 40 persen terhadap perekonomian Jatim.

Adapun kawasan selatan Jatim, Yasin menjelaskan, dengan berbagai potensinya, hanya berkontribusi sebesar 16 persen.

"Maka percepatan pembangunan Jalur Pansela menjadi prioritas yang diharapkan dapat menghilangkan disparitas antara kawasan utara dan selatan Jatim," ucapnya. (antara/faz/jpnn)

Sementara ini, proyek pembangunan Pansela Jawa Timur masih terkendala dalam masalah pembebasan wilayah di sejumlah kabupaten.

Redaktur & Reporter : Fahmi Azis

Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News