Kebakaran Hutan di Bromo Catatkan Kerugian Mencapai Rp8,3 Miliar

jatim.jpnn.com, MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mencatat nilai kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu penggunaan suar atau flare mencapai Rp8,3 miliar.
Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan BB TNBTS Hendra mengatakan nilai total kerugian akibat karhutla mencakup sejumlah aspek.
"Untuk nilai estimasi kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai Rp8,3 miliar dengan luasan area kurang lebih 989 hektare," kata Hendra.
Hendra menjelaskan nilai kerugian itu merupakan dampak penutupan kawasan TNBTS akibat karhutla terhitung sejak 6-14 September 2023.
Menurutnya, nilai kerugian itu mencakup biaya pemadaman dara kurang lebih sebesar Rp216 juta dan kerugian akibat hilangnya habitat dengan pendekatan biaya pemulihan ekosistem senilai Rp3,26 miliar.
"Kerugian akibat hilangnya jasa rekreasi hingga 14 September 2023 diperkirakan sebesar Rp4,87 miliar," ujarnya.
Kawasan taman nasional tersebut ditutup pada 6-18 September 2023 akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan itu. Proses pemadaman sendiri dilakukan pada 6-14 September 2023, dengan mengerahkan ratusan personel gabungan.
Nilai kerugian tersebut belum termasuk upaya pemadaman api yang mengerahkan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mengirimkan sejumlah helikopter untuk operasi water bombing.
Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo mencatatkan kerugian mencapai Rp8,3 miliar.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News