Mahasiswa UMSurabaya Ciptakan Alat Pendeteksi Banjir Untuk Warga Tuban

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menciptakan flood detector atau alat pendeteksi volume debit air yang mencapai batas ketinggian.
Inovasi tersebut diterapkan di Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.
Penggagas inovasi Muhammad Pramudia Galih Pratama mengatakan alat yang dibuatnya diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Desa Kebomlati sebagai sarana kesigapan ketika menghadapi banjir.
“Alat ini bermanfaat sebagai pemberitahuan ketika volume debit air Sungai Bengawan Solo di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Tuban mencapai batas ketinggian,” ujar Pramudia.
Dia menjelaskan cara kerja alat itu dengan menginstalasi pada bibir Sungai Bengawan Solo, lalu saat debit air sudah mencapai ketinggian sudah ditentukan pada sensor bandul yang mengirimkan sinyal ke switch sensor.
Selanjutnya, sinyal dari switch sensor akan dikirimkan ke motor sirine menjadi alarm pemancar suara untuk tanda informasi kepada masyarakat di Desa Kebomlati.
Baca Juga:
Pembuatan alat tersebut membutuhkan biaya Rp1,9 juta. Alatnya juga telah disosialisasikan, bahkan warga mendapatkan edukasi terkait cara pembuatannya.
“Tentu ini akan sangat memudahkan, jika warga bisa membuatnya. Dengan demikian masyarakat sesegera mungkin bisa waspada,” pungkasnya. (mcr12/jpnn)
Mahasiswa KKN UMSurabaya menciptakan alat pendeteksi banjir yang digunakan untuk warga di Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News