Jembatang Gantung yang Putus di Probolinggo Tergerus, Kemampuannya Menurun

jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Pemkab Probolinggo menerjunkan tim melakukan asesmen terhadap jembatan gantung yang putus, lalu menyebabkan puluhan siswa dan guru terjatuh ke sungai.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan tim dari sejumlah organisasi perangkat daerah itu langsung melakukan asesmen agar segera diperbaiki menggunakan dana belanja tak terduga (BTT).
"Asesmen segera kami lakukan karena merupakan akses masyarakat di dua desa Kraksan-Pajarakan," kata Hasyim, Jumat (9/9).
Hasyim menyebut kondisi jembatan itu sudah tergerus dan kemampuannya menurun dengan beban yang ada melebihi kapasitas sehingga putus.
"Puluhan siswa SMPN 1 Pajarakan dan ketika sampai di tengah jembatan, mereka berhenti dan jembatannya digoyang-goyang," ujarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahja Saputra menambahkan jembatan gantung itu dibangun oleh desa berdasarkan informasi dari masyarakat.
Baca Juga:
"Untuk langkah-langkah penanganannya masih dilakukan asesmen yang hasilnya nanti diperhitungkan kebutuhan anggarannya, kemudian akan dikoordinasikan menggunakan dana BTT. Harapannya bisa dilakukan penanganan dan perbaikan secepatnya," tuturnya.
Penyebab ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut diduga karena kelebihan beban, yakni puluhan siswa secara bersamaan melewati jembatan tersebut dan ditambah sejumlah siswa menggoyang-goyangkan jembatan itu. (antara/mcr12/jpnn)
Jembatan gantung yang putus di Probolinggo termakan usia sehingga kemampuan menahan beban sudah menurun.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News