Fakta Banjir Bandang di Kota Batu, Survei Udara Temukan Titik-titik Longsor

Minggu, 07 November 2021 – 19:08 WIB
Fakta Banjir Bandang di Kota Batu, Survei Udara Temukan Titik-titik Longsor - JPNN.com Jatim
Tim SAR menggunakan anjing palacak mencari korban diantara reruntuhan rumah dan endapan lumpur akibat banjir bandang di Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (5/11/2021). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru).

jatim.jpnn.com, JAKARTA - Badan Nasional Bencana (BNPB) membeberkan fakta terkait bencana banjir bandang yang menerjang Kota Batu, Kamis (4/11).

Hasil survei dari udara ditemukan adanya titik-titik longsor di sepanjang tebing alur lembah sungai di wilayah hulu.

Dari pengamatan visual helikopter itu ditemukan enam alur lembah yang di setiap sisinya sangat terjal, tidak dilindungi vegetasi yang rapat, dan akar yang kuat.

Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, kondisi itu memicu terjadinya longsor yang bisa membentuk bendungan alam yang menutup aliran air.

"Pohon-pohon yang tumbang bisa terbawa material longsor," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari tertulis, Minggu (7/11).

Selanjutnya, ada bendungan alami diduga jebol karena tidak kuat menahan. Debit air setelah hujan mengguyur di hari yang sama. Hasil survei di bagian hilir di sepanjang bantaran sungai terdapat perkebunan semusim yang melebar hingga di tebing sungai.

"Pengamatan dari udara tampak jelas perkebunan itu mengalami kerusakan seperti meleleh karena tergerus air hujan. Jenis vegetasi yang dibudidayakan juga tidak memiliki akar yang kuat mengikat tanah dan menyerap air," lanjutnya.

Menurut Muhari, saat air debit yang cukup besar mengalir dari wilayah hulu maka longsoran di tengah dan hilir menambah kontribusi sedimen.

BNPB menemukan beberapa titik longsor setelah banjir bandang di Kota Batu.