Tiba di Surabaya Atlet Harus Karantina, KONI Jatim: Kebijakan itu Bisa Buat Papua Tersinggung
Rabu, 06 Oktober 2021 – 09:40 WIB

Ketua Harian KONI Jatim sekaligus Ketua Tim Puslatda Jatim Muhammad Nabil menilai keputusan Pemerintah Kota Surabaya dalam mewajibkan atlet yang berlaga di PON Papua harus karantina setelah tiba di Surabaya akan membuat tersinggung Papua. (ANTARA/Fiqih Arfani)
Oleh karena itu, dia berharap pemkot Surabaya memikirkan dengan baik-baik terkait regulasi tersebut.
"Maka, dengan kerendahan hati, saya berharap aturan karantina dipertimbangkan lagi,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, kewajiban karantina kontingen Jatim di PON XX 2021 Papua tertuang dalam surat nomor: 443.2/13174/436.8.4/2021, tertanggal 4 Oktober, yang ditujukan kepada Ketua Umum KONI Jawa Timur.
Dalam surat itu disebutkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat, meminta kepada seluruh atlet dan/atau official yang memiliki KTP dan/atau berdomisili di Kota Surabaya, wajib melaksanakan karantina selama lima hari di tempat yang difasilitasi Pemerintah Kota Surabaya setibanya dari mengikuti PON XX di Papua. (konijatim/mcr17/jpnn)
KONI Jawa Timur menyayangkan keputusan Pemerintah Kota Surabaya dalam mewajibkan atlet yang berlaga di PON Papua harus karantina setelah tiba di Surabaya..
Redaktur & Reporter : Febriansyah
Sumber Koni Jatim
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News