Dorong Produksi Daging Nasional, Akademisi Unair Bantu Peternak Lamongan Kembangkan Bibit Unggul Sapi Jantan

Rabu, 08 September 2021 – 10:49 WIB
Dorong Produksi Daging Nasional, Akademisi Unair Bantu Peternak Lamongan Kembangkan Bibit Unggul Sapi Jantan - JPNN.com Jatim
Pelaksanaan kegiatan Pengmas yang diketuai oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Prof. Dr. Dewa Ketut Meles Ms., Drh di Kecamatan Kedungpring, Lamongan, Sabtu (4/9/2021) kemarin. Foto: Unair/istimewa

jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Produksi daging nasional ternyata masih belum begitu berkembang. Pasalnya, hingga tahun 2020, Indoensia masih mengimpor daging.

Padahal Indonesia, khususnya Jawa Timur, memiliki potensi penghasil sapi yang sangat besar. 

Dari persoalan itu Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Prof. Dr. Dewa Ketut Meles Ms., Drh tergerak untuk membantu pengembangan peternakan sapi di Kecamatan Kedungpring, Lamongan, jawa Timur.

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penggemukan sapi jantan dari bibit unggulan.

Prof Meles lewat Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD), bekerja sama dengan Balai Besar inseminasi Buatan di daerah Singosari, Malang, melakukan pengembangan bibit kepada sapi-sap jantan tersebut.

Menurut Prof Meles sapi jantan memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat daripada betina.

“Pertumbuhan sapi jantan bisa 500 kg hingga 800 kg dalam 2 tahun. Sapi betina mentok rata-rata hanya bisa 480kg,” paparnya.

Program ini dilakukan dengan metode sperma bibit sapi jantan dikawin-suntikkan ke sapi betina.

Di hari kedua program yakni Sabtu (4/9/2021) kemarin, hasil inseminasi cukup signifikan. Sebanyak 90 persen dari total anakan sapi yang telah lahir adalah sapi jantan.

Setelah sapi tersebut lahir, Prof Meles menyarankan soal penggemukan kepada para peternak.

Prof meles mengimbau para peternak untuk menggunakan pakan dari limbah pertanian atau perkebunan seperti kulit kacang, kulit kopi, onggok jagung, ampas sawit, hingga jerami padi. 

"Penggemukannya akan memerlukan waktu minimal 2 tahun. Selama.itu peternak harus terus dampingi," ujarnya. (mcr17/jpnn)

Produksi daging nasional masih banyak yang impor. Oleh karena itu akademisi Unair bantu peternak Lamongan kembangkan bibit unggul sapi jantan..
Sumber Unair