Polres Tanjung Perak Mengelak soal Penggunaan Gas Air Mata saat Kerusuhan di Suramadu

Rabu, 23 Juni 2021 – 16:48 WIB
Polres Tanjung Perak Mengelak soal Penggunaan Gas Air Mata saat Kerusuhan di Suramadu - JPNN.com Jatim
Tangkapan layar kericuhan di pos penyekatan di Jembatan Suramadu. (ANTARA Jatim/HO/WI)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Polres Tanjung Perak membantah anggapan yang menyebutnya menggunakan gas air mata saat terjadi kerusuhan di Jembatan Suramadu pada Selasa (22/6).

Kabag Ops Polres Tanjung Perak Kompol Eko Nur Wahyudiono mengatakan bahwa hanya ada ledakan petasan saat terjadi kerusuhan di jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya itu.

"Kami tak pernah keluarkan suara tembakan, yang bunyi ‘dor..dor..dor’ itu suara mercon," ujar Eko di Surabaya, Selasa (22/6).

Eko mengatakan petasan tersebut dilempar sejumlah pengendara yang memaksa masuk melewati pos penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Adapun pengendara yang melempar petasan tersebut langsung kabur menghindari kejaran polisi

"Makanya tidak ada yang tertangkap saat di pos penyekatan Suramadu," ucap Eko.

Sebelumnya, pos penyekatan di Jembatan Suramadu juga sudah pernah terjadi kerusuhan saat sejumlah pengendara tidak tahan mengantre untuk bisa lewat ke Bangkalan.

Kerusuhan tersebut membuat sejumlah fasilitas tes usap di pos penyekatan Jembatan Suramadu rusak seperti meja dan kursi. (mcr6/antara/jpnn)

Polres Tanjung Perak membantah pihaknya menggunakan gas air mata saat terjadi kerusuhan di Jembatan Suramadu pada Selasa (22/6).