Geliat Bisnis Prostitusi Dolly Pasca-Ditutup Pemkot Surabaya

Senin, 07 Juni 2021 – 11:20 WIB
Geliat Bisnis Prostitusi Dolly Pasca-Ditutup Pemkot Surabaya - JPNN.com Jatim
Podcast IKA Stikosa-AWS dengan tema Lingkaran Kota Kita itu berjudul "Dolly Belum Mati". (ANTARA Jatim/HO/WI)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - IKA Stikosa-AWS luncurkan podcast yang mengulas bisnis prostitusi Dolly pasca-ditutup oleh Pemkot Surabaya sejak 27 Juli 2014.

Podcast dengan judul 'Dolly Belum Mati' dipandu oleh Noor Arief Prasetyo, penulis buku Surabaya Butuh Lokalisasi dan Redaktur di Harian DI'sWay.

Pria yang juga pengurus IKA Stikosa AWS berdialog secara eksklusif dengan narasumber sebut saja Mawar, perempuan yang berprofesi sebagai PSK di Dolly saat ini.

"Lokalisasi dan prostitusi di Dolly adalah ruh dan tubuh. Kini Dolly seperti hantu, bergerak tanpa wujud," kata Noor Arief, Minggu (6/6).

Mawar menjelaskan bahwa saat ini aktivitas prostitusi secara nyata memang tidak ada. Namun, pekerjaan mereka kini lebih terselubung.

"Bekas PSK dijadikan oleh muncikari untuk bekerja lagi, tentunya dengan persetujuan anaknya. Kebanyakan ngasih nomer telepon ke para muncikari. Ada tamu tinggal kasih fotonya saja, kalau sudah cocok langsung jadi," ungkap Mawar.

Mawar mengaku saat ini muncikari bekerja di jalan-jalan di wilayah Dolly dan di sepanjang Jalan Girilaya.

"Kalau ada mas-mas atau bapak-bapak berdiri di situ, biasanya cari tamu," kata Mawar. (mcr6/antara/jpnn)

IKA Stikosa-AWS luncurkan podcast yang mengulas bisnis prostitusi Dolly pasca-ditutup oleh Pemkot Surabaya sejak 27 Juli 2014.