Duka Nestapa Noor, Tiap Pagi Datangi Tambang Tempat Anaknya Bekerja

Kamis, 09 Desember 2021 – 12:25 WIB
Duka Nestapa Noor, Tiap Pagi Datangi Tambang Tempat Anaknya Bekerja - JPNN.com Jatim
Muhammaf Noor, seorang bapak yang setiap pagi datang ke Curah Kobokan lokasi tambang yang berharap anaknya segara ditemukan. Foto: Ridho Abdullah/JPNN.COM

jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember lalu menyisakan banyak kisah memilukan. Banyak warga lereng di Lumajang itu yang menjadi korban meninggal akibat awan panas.

Salah satunya, Samsul Arifin. Dia merupakan pekerja tambang yang ikut tewas dalam tragedi lalu. Sampai detik ini, jenazahnya belum ditemukan.

Sang bapak, Muhammad Noor, warga Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Candipuro selalu menantikan jasad anaknya bisa ditemukan.

Setiap pagi, Noor mendatangi lokasi tambang untuk melihat lokasi anaknya, Samsul bekerja, termasuk pada Rabu (8/12) kemarin.

Mad, sapaan sang bapak, pun menanyakan kepada kepada sukarelawan dengan nada sedih mengapa anaknya belum kunjung ditemukan.

"Pak, ke mana anak saya? Kok, belum ditemukan juga. Coba gali tempat ini, dia di sini ketika bekerja," ucapnya.

Sukarelawan itu menanggapi dan menjelaskan bahwa proses pencarian akan dilanjutkan Kamis (9/12) karena Gunung Semeru kembali bergejolak.

Mendengar itu, Mad sangat sedih karena sudah empat hari anaknya terkubur dan belum ditemukan.

Ada seorang bapak yang berharap anaknya segera ditemukan karena hilang paska erupsi Gunung Semeru.