Asisten Pelatih Persebaya Cerita Kejadian Saat Tragedi Kanjuruhan, Memilukan

Kamis, 06 Oktober 2022 – 21:42 WIB
Asisten Pelatih Persebaya Cerita Kejadian Saat Tragedi Kanjuruhan, Memilukan - JPNN.com Jatim
Kondisi terakhir Stadion Kanjuruhan Malang setelah mengalami bentrok antara Aremania dan kepolisian pada Sabtu, (1/10). Foto: Dok Pri AR for JPNN.com

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Asisten pelatih Persebaya memiliki cerita tak terlupakan dalam tragedi Kanjuruhan pada Sabtu 1 Oktober yang menewaskan ratusan orang. Kejadian itu menjadi peristiwa yang begitu mencekam dirasakan oleh Mustaqim.

Saat pertandingan berakhir, para pemain Persebaya langsung masuk ke ruang ganti. Tak ada kesempatan untuk melakukan briefing maupun aktivitas lain setelah laga.

Para pemain hanya ganti baju, lalu bersama official langsung masuk ke kendaraan rantis.

"Mungkin 5-10 menit. Biasanya kami itu habis pertandingan itu mandi dan doa, tetapi pas itu enggak. Jadi, itu langsung," kata Mustaqim, Rabu (5/10).

Skuad Persebaya tak menyangka jika pertandingan itu harus berakhir dengan kejadian yang mengerikan.

"Jelas mereka kaget karena pemain yang main kemarin itu hanya dua yang sudah pernah di Kanjuruhan. Dayat sama Alwi. Selebihnya pemain baru semua, termasuk Ridho, Koko, Marsel, dan pemain asing," jelasnya.

Higor Vidal, kata dia, sampai kebingungan melihat kondisi saat kerusuhan terjadi. Mustaqim saat itu meminta dia segera naik rantis, tanpa mengizinkan bersih-bersih terlebih dahulu.

"Si Vidal itu tanya ke saya, coach ini bagaimana? Saya enggak biasa begini, kan enggak mandi pliket semua," ucapnya menirukan.

Asisten Pelatih Persebaya Mustaqim memberikan kesaksian mengenai kejadian saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News