Kakek di Surabaya Cabuli Bocah di Bawah Umur dengan Modus Beri Minyak & Uang

“Kejadian sebulan lalu. Ibunya lihat anaknya yang biasa aktif, tetapi belakangan tampak lesu dan cerita ternyata habis dianu sama mbah ini,” jelasnya.
Setelah mendengar cerita itu, Udin mengajak beberapa staf pengurus RT mendatangi PW di indekosnya untuk melakukan klarifikasi. PW sempat mengelak, tetapi perlahan-lahan mengakui pernah melakukan hal serupa kepada tiga bocah lain.
“Dia (PW) cerita ternyata bukan cuma dada, tetapi di bagian bawahnya juga sekalian. Pengakuannya ada tiga anak lain yang juga menjadi korbannya. Terus saya amankan ke Balai RT biar enggak diamuk warga,” ucapnya.
Warga sempat naik pitam dan menghajar PW saat digelandang menuju Balai RT. Situasi yang makin tak kondusif membuat pihaknya menghubungi aparat kepolisian. Setelah PW dibawa polisi, dua dari empat korban perbuatan bejat pelaku melapor ke polisi.
"Yang enggak lapor kelas 1 SMP, tidak tahu namanya dan yang kelas 2 SD, tetapi sudah pindah tempat tinggal. Ya, berharap pihak kepolisian dapat menghukum pelaku sampai jera," kata dia.
Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti Dewi Nainggolan mengatakan pelaku kini sudah berstatus sebagai tersangka atas dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur.
Dia juga membenarkan korban yang membuat laporan ke pihak kepolisian berjumlah dua orang, dengan modus memberikan minyak kuning yang dikemas PW dalam sebuah botol parfum.
"Pelaku berinisial PW (71). Modusnya, dipanggil anaknya, dijanjikan duit, disuruh buka baju. Lalu Dipegang-pegang. Yang baru saat ini diketahui polisi, dua orang anak (korbannya). Masih sidik lanjutan, mohon waktu," jelas Rini. (mcr12/jpnn)
Kakek berinisial PW (71) yang berprofesi sebagai ojol melakukan perbuatan bejat berupa pelecehan seksual kepada empat anak di bawah umur.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News