Staf Ahli Bupati Jember Terlibat Kasus Pemakaman Covid-19, Gaji Kurang?
jatim.jpnn.com, JEMBER - Staf ahli Bupati Jember berinisial MD terlibat kasus pemotongan honor petugas pemakaman Covid-19.
Keterlibatannya tersebut terbukti setelah dirinya ditetapkan oleh polisi sebagai tersangka.
"Kami menetapkan satu tersangka baru dari kasus pemotongan upah petugas pemakaman Covid-19," kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratma, Kamis (28/7).
Selain sebagai staf ahli, MD juga menjabat Plt Kepala BPBD Jember. Kasus tersebut terjadi pada tahun 2021.
Penetapan tersangka terhadap MD setelah pemeriksaan tersangka sebelumnya, yakni Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember berinisial PS.
"Setelah diperiksa dan meminta keterangan saksi ahli, tindak pidana korupsi dan didukung gelar perkara di Polda Jatim maka MD yang semula saksi, kami naikkan statusnya sebagai tersangka," tuturnya.
Peran MD dalam kasus tersebut sebagai pemimpin rapat, menentukan kebijakan, dan menyetujui apa yang sudah diperkuat oleh PS saat itu.
Terkait kemungkinan penambahan tersangka dalam kasus itu, Dika menyebut berdasarkan keterangan saksi hanya mengarah kepada dua pejabat BPBD Jember tersebut.
Staf ahli Bupati Jember ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemotongan honor petugas pemakaman Covid-19.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News