Inilah Alasan Polisi Tembak Mati Pelaku Begal di Sumenep, Warganet Sempat Protes

jatim.jpnn.com, SUMENEP - Pelaku pembegalan di Sumenep ditembak mati oleh polisi karena merampas motor dan menyandera korban menggunakan senjata tajam jenis celurit, Minggu (13/3).
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, aparat kepolisian terpaksa melumpuhkan pelaku bernama Herman tersebut karena tindakannya yang membahayakan.
"Peringatan tidak diindahkan maka petugas terpaksa bertindak dengan memberikan tembakan," kata Widiarti, Senin (14/3).
Penembakan itu terjadi di depan sebuah toko swalayan Jalan Adirasa, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, sedangkan korbannya seorang perempuan.
Dalam beberapa video yang beredar di platform aplikasi WhatsApp terlihat aksi penembakan oleh petugas dilakukan lebih dari satu kali.
Meski korban sudah terkapar dan tidak berdaya, petugas masih melakukan penembakan. "Anggota khawatir dia ini melarikan diri," katanya.
Setelah ditembak pelaku terkapar dan tak berdaya. Polisi langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, dalam perjalanan Herman tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia.
"Si begal ini tidak meninggal di tempat, akan tetapi dalam perjalanan saat hendak dibawa ke rumah sakit," kata Widiarti.
Polisi menegaskan kalau penembakan yang dilakukan kepada pelaku begal sudah sesuai prosedur
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News