Nelayan Sumenep Temukan ABK yang Terombang-ambing 2 Hari di Perairan Pantura

Berdasarkan keterangan korban, saat itu mereka berangkat dari Provinsi Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget Kabupaten Sumenep, Senin (24/3) pukul 15.00 WIB.
Nahasnya, keesokan harinya sekira pukul 08.00 perahu yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan pompa air macet.
“Setelah pukul 10.00 Wib perahu Bintanh Sempuran tidak bisa tertolong lagi akhirnya perahu tersebut tenggelam di sekitar perairan Pulai Gililayang berjarak 23 Mil dari bibir pantai dan perahu tersebut hingga tengkurap,” jelasnya.
ABK menyelamatkan diri dengan cara mengikat kayu yang ada untuk dirakit dan menggunakan galon hingga terhubung satu sama lain dengan tali lalu memegang pelampung.
“Setelah dua hari dilautan korban kenak gelombang laut hingga terombang-ambing hingga akhirnya terdampar di perairan Dusun Nyamplong Ondung Desa Kalikatak Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep,” ucapnya.
Enam ABK tersebut kini telah ditangani oleh Basarnas Sumenep untuk evakuasi selanjutnya. Berikut daftar enam ABK yang menjadi korban kecelakaan laut :
1. Nama: Moh Sai
Umur: 55 Tahun
Terombang-ambing selama dua hari, enam ABK yang alami kecelakaan laut ditemukan di Perairan Pantura
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News