Kasus Gagal Jantung di Surabaya Meningkat, Pola Hidup Jadi Penyebabnya

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Cabang Surabaya dr Jordan Bakhriansyah SpJP menyebutkan penyakit gagal jantung atau heart failure pada beberapa tahun belakang meningkat.
Hal ini lantaran adanya kemudahan mendeteksi heart failure hingga awareness di masyarakat lebih baik lagi.
Dia mengungkapkan dalam satu hari, Poli Jantung dan Pembuluh Darah RS Husada Utama menerima rata-rata 80–100 pasien.
“Kalau saya melayani pasien 25-30 pasien dan pasien yang usianya di bawah 40 tahun ada 5–6 orang,” ungkap dr Jordan dalam acara talkshow heart failure di National Hospital Surabaya, Sabtu (24/8).
Jordan mengatakan faktor risiko perilaku paling penting dari penyakit jantung adalah pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, merokok, dan penggunaan alkohol yang berbahaya.
“Efek dari faktor risiko perilaku dapat muncul pada individu sebagai peningkatan tekanan darah, peningkatan glukosa darah, peningkatan lemak darah, dan kelebihan berat badan dan obesitas,” katanya.
Dia membeberkan faktor-faktor risiko menengah ini dapat diukur di fasilitas perawatan primer dan menunjukkan peningkatan risiko terkena serangan jantung, stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya di kemudian hari.
“Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, kardiovaskular termasuk salah satu bidang yang mengalami perkembangan tersebut baik dari sisi terapeutik maupun intervensi,” jelasnya.
Kasus gagal jantung meningkat, Perki ungkap pola hidup jadi penyebabnya
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News