Kasus DBD di Tulungagung Meningkat Tajam, Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 08 April 2024 – 11:36 WIB
Kasus DBD di Tulungagung Meningkat Tajam, Masyarakat Diminta Waspada - JPNN.com Jatim
Ilustrasi - Petugas melakukan fogging. ANTARA FOTO/Syaiful Arif//foc

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Tulungagung menerapkan kesiapsiagaan tinggi seiring terjadinya lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat selama tiga bulan terakhir.

"Puncak wabah DBD diprediksi terjadi pada April, masyarakat diimbau waspada," ujar Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkus Tulungagung Desi Lusiana Wardani, Minggu (7/3).

Menurutnya, tren kasus melonjak dalam tiga bulan terakhir, yakni pada Januari tercatat sebanyak 56 kasus DBD. Pada Februari dilaporkan ada 80 kasus, Maret naik dua kali lipat menjadi 196 kasus.

Bulan ini, pekan pertama April angka kasus baru hingga 5 April 2024 dilaporkan sebanyak 20 kasus. Dalam kurun tiga bulan hingga pekan pertama April, Dinkes mencatat sudah ada sembilan orang meninggal dunia karena DBD.

"Untuk yang meninggal totalnya sembilan orang, dengan rincian Januari dua orang, Februari tiga orang, Maret empat orang," katanya.

Lonjakan kasus selama tiga bulan terakhir melebihi angka DBD selama 2023 yang hanya mencapai 206 kasus. Menurut Desi, merebaknya demam berdarah tersebut merupakan siklus lima tahunan.

Tak hanya itu, kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah dari hujan ke panas, membuat nyamuk Aedes Aegypti berkembang lebih cepat.

"Kami memprediksi puncak kasus DBD tahun ini terjadi pada April sehingga kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada," ucapnya.

Dinkes Tulungagung menerapkan kesiapsiagaan seiring lonjakan kasus DBD selama tiga bulan terakhir.
Sumber Antara
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News