11 Anak di Jawa Timur Terdeteksi Positif Polio

Selasa, 16 Januari 2024 – 23:00 WIB
11 Anak di Jawa Timur Terdeteksi Positif Polio - JPNN.com Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tinjau pelaksanaan Sub PIN Polio serentak. Foto: Humas Pemprov Jatim

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur mencatat ada 11 anak terdeteksi mengidap penyakit polio. Dua memiliki gejala dan dirawat di rumah sakit, sedangkan sembilan anak dalam kondisi sehat.

Kadinkes Provinsi Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyono menjelaskan sembilan anak yang positif polio itu merupakan hasil surveilans sampel feses atau tinja. Setelah dilakukan pengecekan, 11 anak itu ternyata terdeteksi penyakit polio.

“Sembilan anak kondisi sehat. Jadi, anak sehat yang kami cari, dicek feses. Di situ, ada polionya,” kata Dr Erwin, Selasa (16/1).

Dr Erwin memastikan kesembilan anak itu tetap mengikuti kegiatan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio yang dilakukan pada periode pertama mulai 15-21 Januari 2024.

“Tetap ikut Sub PIN sehingga diharapkan kami evaluasi 2 minggu-3 bulan ke depan. Kalau ternyata tidak ada problem apa-apa, kami anggap selesai sudah,” ujarnya.

Lantaran tidak memiliki gejala apa pun, tidak ada penanganan khusus bagi sembilan anak tersebut. Hanya saja, mereka tetap dalam pemantauan oleh pihak puskesmas.

Adapun bagi dua orang yang terdeteksi polio dan memiliki gejala saat ini ditangani rumah sakit. Erwin mengungkapkan 11 anak tersebut berasal dari Sampang dan Pamekasan.

Dr Erwin mengungkapkan Sub PIN Polio di Jawa Timur menyasar 4.437.679 anak. Pada hari pertama, imunisasi polio sudah diikuti 1.168.443 anak atau sekitar 26,3 persen dari target keseluruhan.

Dinkes Jawa Timur menyampaikan 11 anak positif polio tersebut berasal dari Madura.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News