Geger Kapal Israel ke Indonesia, Muhammadiyah Jatim Minta Pemerintah Tegas

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pegiat media sosial Erlangga Greschinov mengumumkan informasi terkait kapal dagang milik Israel yang akan berlabuh di Indonesia di Instagramnya @greschinov.
Kapal tersebut rencananya akan berlabuh ke empat pelabuhan Indonesia. Kapal-kapal milik raksasa pelayaran Israel ZIM Marine itu berlabuh ke Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Mas, dan Belawan.
Informasi yang diumumkan oleh Erlangga ini mendapatkan banyak sorotan, bahkan dia memberikan surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait berlabuhnya kapal Israel tersebut.
Indonesia sendiri adalah negara yang menentang penjajahan Israel terhadap Palestina. Pemerintah Indonesia seharusnya punya kewajiban bertindak tegas untuk melakukan penolakan.
Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Dr dr Sukadiono mengatakan pihaknya memang tidak memiliki kewenangan menolak atau menerima. Namun, pemerintah harus hadir dalam hal itu.
“Kami Muhammadiyah enggak punya kewenangan menolak atau tidak, tetapi yang jelas pemerintah harus hadir dalam hal ini,” ujar Suko di Surabaya, Kamis (4/1).
Baca Juga:
Menurutnya, apabila sebuah negara tidak memiliki hubungan diplomatik dan mengetahui bagaimana perlakuan Israel terhadap Palestina maka sudah sepatutnya menolak.
“Saya kira pemerintah harus tegas dan kami mendorong pemerintah untuk menolak (kedatangan, red) kapal Israel,” tuturnya. (mcr12/jpnn)
PWM Jatim meminta pemerintah melakukan tindakan tegas menolak kedatangan kapal Israel yang akan berlabuh ke Indonesia.
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News