Sesalkan Kekerasan di Selter ABH, Komisi D Sebut Rusak Citra Surabaya Ramah Anak

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komisi D DPRD Surabaya menyesalkan kekerasan anak yang terjadi di Selter Anak Berhadapan Hukum (ABH) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah meminta pelaku diberikan sanksi tegas atas perilakunya yang sudah di luar batas dan merusak citra kota ramah anak.
“Dengan masih adanya kasus-kasus kekerasan terhadap anak, tentu menjadi penghambat. Untuk itu, kasus semacam ini harus menjadi perhatian serius Pemkot Surabaya,” ujar Khusnul, Sabtu (4/3).
Politikus PDIP itu mengaku kaget dan prihatin mendengar tentang dugaan kekerasan itu. Seharusnya hal itu tak terjadi, apalagi di selter atau rumah aman.
Sebelumnya, oknum anggota Linmas atau petugas selter dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan anak penghuni selter ABH yang dikelola Pemkot Surabaya.
Ibu korban melaporkan ke polisi lantaran anaknya yang berusia 17 tahun disuruh pelaku merayap di atas paving hingga tangannya terluka.
Apabila tidak menuruti perintahnya, korban diancam dipukuli dan disetrum, bahkan dipukul hingga wajahnya terluka.
"Saya sangat prihatin dengan kasus ini. Beberapa waktu lalu kekerasan pada anak terjadi di lembaga pendidikan, sekarang di tempat yang seharusnya anak-anak mendapat perlindungan. Ini sungguh miris," ujar Khusnul.
Komisi D DPRD Surabaya menyesalkan penganiayaan anak di selter ABH, bisa menjadi penghambat menjadi kota ramah anak.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News