Banyak Ternak Mati Akibat PMK, Peternak di Tulungagung Sambat

Kamis, 07 Juli 2022 – 17:09 WIB
Banyak Ternak Mati Akibat PMK, Peternak di Tulungagung Sambat - JPNN.com Jatim
Petugas sedang melakukan vaksinasi PMK. Foto : Diskominfo Surabaya

jatim.jpnn.com, TULUNGAGUNG - Peternak di Kabupaten Tulungagung sambat minimnya tenaga kesehatan hewan yang ditugaskan di desa dan kelurahan. Akibatnya pelayanan yang diberikan menjadi tidak optimal.

"Musim PMK begini seharusnya mantri (petugas kesehatan) hewan ditambah," kata Oni, peternak sapi perah di Kecamatan Pagerwojo, Rabu (6/7).

Keterbatasan SDM membuat kinerja para petugas lapangan sering terkendala jarak, sedangkan banyak ternak yang terjangkit PMK.

Ternak milik warga akhirnya banyak yang mati. Petugas pun tak bisa berbuat banyak lantaran kondisi hewan yang sudah terlanjur memburuk.

Beberapa ternak memilih menjual sapinya jauh dari harga pasaran untuk menghindari kerugian. Nomilanya hanya jutaan rupiah saja.

"Satu ekor sapi cuma dihargai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta," ujarnya.
.
Padahal normalnya harga sapi dewasa berkisar sekitar Rp 20 jutaan. Tak sedikit peternak yang membeli sapi dengan meminjam uang dari bank.

Kemudian, saat wabah PMK muncul, sapi tersebut dijual dengan harga murah.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Titis Sumariyani mengakui dokter hewan sangat terbatas jumlahnya.

Peternak di Tulungagung sambat minimnya mantri hewan yang membuat banyak ternak mati karena tidak terobati.
Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News