Siasat Farmasi & Kampanye Antinikotin Tembakau, Begini Kata Akademisi Hingga Budayawan

Rabu, 01 Juni 2022 – 12:01 WIB
Siasat Farmasi & Kampanye Antinikotin Tembakau, Begini Kata Akademisi Hingga Budayawan - JPNN.com Jatim
Suasana diskusi oleh akademisi dan budayawan di Kota Malang tentang hasil riset dan buku yang berjudul nicotine war. Foto: Dok Pri Darmadi for JPNN.com.

Pada sektor yang berhubungan secara tidak langsung digerakkan oleh 24,4 juta tenaga kerja. Jumlah keseluruhan tenaga kerja yang terserap industri ini mencapai lebih dari 30 juta orang.

Imanina Eka Dalila Peneliti PPKE Universitas Brawijaya menyatakan industri rokok di Indonesia salah satu yang sudah tertata dengan rapi. Terintegrasi dari hulu sampai hilir sangat baik dan berjalan puluhan tahun.

Rencana simplifikasi cukai dan kenaikan tarif cukai akan berbanding lurus dengan peningkatan peredaran rokok ilegal.

Pola itu memberikan hipotesis kebijakan simplifikasi dan kenaikan tarif cukai hanya berdampak pada berkurangnya produksi rokok legal.

"Namun, tidak konsumsi secara agregat, mengingat masih adanya peredaran rokok ilegal," tambahnya.

Budayawan Irfan Afifi menyebut rencana antirokok yang dibahas dalam buku tersebut sebenarnya suatu ujian dalam kemandirian berpikir pemerintah dan masyarakat.

Menurut dia, perlu ada suatu pola pikir yang mandiri dan tidak perlu meniru negara lain.

Dia juga menilai kalau bangsa Indonesia seperti tidak punya kemandirian dan kekuatan menentukan sikap. Lebih suka menerapkan kebijakan yang dilakukan negara lain ketimbang membuat keputusan sendiri terkait kebijakan rokok dan tembakau.

Akademisi dan budayawan di Malang berdiskusi untuk membedah tentang buku Nicotine War.
Facebook JPNN.com Jatim Twitter JPNN.com Jatim Pinterest JPNN.com Jatim Linkedin JPNN.com Jatim Flipboard JPNN.com Jatim Line JPNN.com Jatim JPNN.com Jatim

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News