Jadi Wilayah Langganan Banjir, Kabupaten Pamekasan Butuh Alat Pendeteksi Dini

Agus mengakui kalau pencegahan banjir di perkotaan Pamekasan tak bisa dilakukan dengan alat deteksi dini saja, tetapi perlu upaya menyeluruh. Misalnya, pengerukan saluran air sungai, penanaman pohon di hulu sungai, dan mencegah terjadi penumpukan sampah.
"Harus ada upaya terintegratif antara semua elemen, semua pemangku kebijakan, dan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, yang lebih memungkinkan untuk segera dilakukan dengan menyediakan alat pendeteksi dini," ucap dia
Banjir yang kerap menggenangi Pamekasan dalam dua bulan terakhir merupakan kiriman dari hulu akibat debit air sungai meluap. Sampai hari ini saja ada 6.329 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Sekitar 200-an orang terjebak banjir sehingga petugas gabungan terus berupaya melakukan evakuasi.
"Kalau alat pendeteksi dini ada, setidaknya warga terdampak bisa ditekan dan warga yang terjebak banjir juga bisa berkurang karena bisa melakukan antisipasi sejak awal," tandas Agus. (antara/mcr12/jpnn)
Jadi langganan banjir dalam dua bulan, Kabupaten Pamekasan membutuhkan alat pendeteksi dini
Redaktur & Reporter : Arry Dwi Saputra
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News