Banjir di Probolinggo Rusak Infrastruktur, 1 Warga Tewas Terseret Arus

jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Probolinggo menyebabkan banjir di tiga kecamatan pada Senin (10/3) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Probolinggo R Oemar Sjarief mengungkapkan adanya satu orang meninggal dunia akibat terseret banjir.
"Korban yang meninggal atas nama Abd Halil (59), warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron. Korban ditemukan pada malam hari oleh warga setempat," kata Oemar saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (11/3).
Korban diketahui keluar rumah pada Senin sore dan tidak kunjung pulang hingga waktu berbuka puasa. Keluarga yang panik mulai mencari keberadaan korban di tengah kondisi hujan deras dan banjir yang menggenangi permukiman.
Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area sawah yang tergenang air, diduga akibat terseret arus banjir.
Oemar menjelaskan banjir merendam sepuluh desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Krejengan, Pajarakan, dan Maron. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Krejengan.
"Di Kecamatan Krejengan, banjir melanda enam desa yakni Desa Opo-opo, Desa Jatiurip, Desa Patemon, Desa Kamalkuning, Desa Tanjung Sari, dan Desa Krejengan. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana tersebut," jelasnya.
Sementara itu, di Kecamatan Pajarakan, banjir menerjang Desa Ketompen, Selogudig Wetan, dan Selogudig Kulon. Di Kecamatan Maron, luapan banjir melanda Desa Brani Wetan, lokasi ditemukannya korban meninggal dunia.
Korban meninggal terseret arus banjir di Probolinggo bernama Abd Halil (59), warga Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News