Politisi PKS: Warga Surabaya Tak Perlu ke Gelora 10 November Cuma untuk Dijemur Tanpa Minum

Senin, 12 Juli 2021 – 14:17 WIB
Politisi PKS: Warga Surabaya Tak Perlu ke Gelora 10 November Cuma untuk Dijemur Tanpa Minum - JPNN.com Jatim
Ribuan warga antre mengikuti vaksinasi COVID-19 massal hari kedua di Gelora 10 November (G10N) Tambak Sari, Kota Surabaya, Rabu (7/7/2021). (FOTO ANTARA/Abdul Hakim)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Anggota DPRD Surabaya Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Akhmad Suyanto menyoroti kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gelora 10 November saat PPKM darurat.

Akhmad menilai bahwa kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar vaksinasi di Gelora 10 November dinilai sedikit rawan penularan penyakit ketimbang pelaksanaannya dilakukan di sejumlah puskesmas Surabaya.

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 di Puskesmas yang sudah berjalan di Surabaya membuat warga lebih aman dari bahaya berkerumun.

Selain itu, Satgas Covid-19 tingkat kampung juga lebih mudah melacak kesehatan warga yang tinggal di daerah setempat.

"Warga juga tidak perlu jauh-jauh ke Gelora Tambaksari. Dijemur kepanasan tanpa suplai air akan berisiko terjadi dehidrasi,” ujar Akhmad, Minggu (11/7).

Akhmad memang tidak memungkiri adanya studi medis yang menyebut terpapar sinar matahari bisa mengurangi ancaman bahaya Covid-19.

Namun, dia juga menggaris bawahi bahwa ada ancaman kesehatan lain jika warga Surabaya terpapar sinar matahari secara langsung, apalagi pada waktu siang hari.

“Memang ada bagusnya terpapar sinar matahari untuk menambah vitamin D, tetapi perlu diingat terpapar sinar UV tinggi dalam waktu berlebih juga tidak baik untuk kesehatan tubuh," ujarnya. (mcr6/antara/jpnn)

Salah satu anggota DPRD Surabaya Fraksi PKS menyoroti kegiatan vaksinasi Covid-19 di Gelora 10 November yang dinilai berbahaya bagi kesehatan warga..