Erupsi Semeru 6.022 Orang Mengungsi, 39 Meninggal, dan 13 Hilang

Kamis, 09 Desember 2021 – 15:23 WIB
Erupsi Semeru 6.022 Orang Mengungsi, 39 Meninggal, dan 13 Hilang - JPNN.com Jatim
Aparat mengevakuasi jenazah korban meninggal erupsi Gunung Semeru. Foto: Ridho Abdullah/JPNN.com

jatim.jpnn.com, JAKARTA - Data Posko Tanggap Darurat Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru mencatat sebanyak 6.022 orang mengungsi di 115 titik pos pengungsian.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut sebaran jumlah penyintas paling banyak berada di Kecamatan Candipuro dengan 2.331 orang, Pasirian 983, Pronojiwo 552, Tempeh 554, dan Sumbersuko 302.

Kemudian, di Kecamatan Lumajang 271 orang, Pasrujambe 212, Sukodono 204, Kunir 127, Tekung 67, Senduro 66, Padang 62, Jatiroto 59, Kedungjajang 50, Klakah 45, Yosowilangun 40, Rowokangkung 37, Ranuyoso 26, Randuagung 24, Tempursari 23, dan Gucialit 14.

Sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan dioptimalkan untuk menunjang warga yang mengungsi.

Misalnya, operasional dapur umum untuk menambah kapasitas masakan, kebutuhan toilet portabel, dan ruang yang lebih nyaman untuk warga penyintas.

"Terkait dengan alokasi tempat pengungsian, posko masih mengidentifikasi fasilitas pendidikan yang aman dan dapat dimanfaatkan untuk pemindahan para penyintas," ujar Muhari, Kamis (9/12).

Selain pengungsian, erupsi juga berdampak pada aset warga, seperti rumah dan hewan ternak.

Data sementara mencatat rumah terdampak sebanyak 2.970 unit dan hewan ternak 3.026 ekor, dengan rincian sapi 764 ekor, kambing 684 ekor, dan unggas lainnya 1.578 ekor.

Sebanyak 13 orang yang hilang masih dalam proses pencarian tim evakuasi