Inflasi Surabaya Tinggi, Wali Kota Eri Beri Pembelaan
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi di Kota Surabaya pada Februari 2023 secara year-on-year (YoY) sebesar 6,63 persen.
Angka inflasi di Kota Surabaya itu tergolong tinggi jika dibandingkan dengan Jawa Timur yang hanya 6,47 persen dan nasional 5,47 persen.
Adapun kenaikan indeks harga konsumen (IHK) pada Februari 2023 mencapai 115,29. Angka itu lebih tinggi bila dibandingkan dengan Februari 2022 yang mencapai 108,12.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui inflasi Kota Surabaya memang lebih tinggi dibandingkan nasional. Namun, kenaikan inflasi itu juga disebabkan beberapa faktor.
"Penyebabnya (inflasi naik), yakni kos-kosan harga tinggi, BBM naik, harga kontrakan tinggi, dan yang paling besar terkait dengan biaya kuliah,"kata Eri, Rabu (15/3).
Eri menilai meski secara keseluruhan angka inflasi di Surabaya tinggi, tetapi inflasi bahan pokok setempat hanya mencapai 0,1 persen sampai 0,4 persen, yang termasuk rendah.
"Yang dilihat Kemendagri itu ialah terkait inflasi bahan pokok yang bisa dikendalikan oleh pemerintah kota,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan inflasi pada beberapa sektor memang tidak tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah kota. Misalnya, biaya perguruan tinggi.
Inflasi di Surabaya melebihi nasional, Wali Kota Eri justru merasa peran pemkot sukses dalam mengendalikan bahan pokok.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News